BNPB Berjibaku Padamkan Kebakaran di Kawasan Gunung Bromo

Terkini 11 Aug 2026 21:19 2 min read 90 views By UN81
BNPB Berjibaku Padamkan Kebakaran di Kawasan Gunung Bromo
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan bahwa dari 34 titik api yang sempat terdeteksi, 32 titik berhasil dipadamkan. Saat ini tersisa dua titik api aktif yang masih ditangani intensif, di antaranya di area tebing dan medan terjal yang sulit dijangkau petugas darat.

Probolinggo.(arkamedia.online) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim gabungan terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Api yang pertama kali terdeteksi pada Senin, 3 Agustus 2026, sekitar pukul 17.00 WIB di Blok Bantengan, kini telah menghanguskan lahan seluas sekitar 899 hektare hingga Selasa, 11 Agustus 2026.

Luas area terdampak terus meningkat dari awalnya hanya sekitar 7,9 hektare, kemudian menjadi puluhan, ratusan, hingga hampir 900 hektare yang tersebar di empat kabupaten, yakni Probolinggo, Malang, Lumajang, dan Pasuruan. Vegetasi yang terbakar meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, semak belukar, dan padang rumput kering. Untungnya, hingga kini tidak ada laporan korban jiwa.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan bahwa dari 34 titik api yang sempat terdeteksi, 32 titik berhasil dipadamkan. Saat ini tersisa dua titik api aktif yang masih ditangani intensif, di antaranya di area tebing dan medan terjal yang sulit dijangkau petugas darat. “Kami upayakan dua titik ini Jumat sudah selesai,” ujarnya saat meninjau lokasi.

BNPB mengerahkan tiga unit helikopter water bombing (termasuk milik BNPB dan TNI AL) untuk menyiram air dari udara, mengambil sumber dari Ranu Pani dan Ranu Regulo. Operasi udara ini dilengkapi satgas darat dari BPBD, Balai Besar TNBTS, Polhut, TNI, Polri, dan relawan yang melakukan pembasahan serta membuat sekat bakar. Namun, pemadaman menghadapi tantangan cuaca (tutupan awan) dan medan curam hingga 80 derajat.

Akibat meluasnya api, Balai Besar TNBTS menutup total seluruh akses wisata ke Gunung Bromo sejak Sabtu, 8 Agustus 2026, demi keselamatan. Dugaan sementara, kebakaran dipicu aktivitas manusia, bukan faktor alam maupun aktivitas vulkanik.

BNPB dan seluruh pihak terkait terus berkoordinasi agar sisa titik api segera padam dan kawasan bisa kembali aman. Masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di musim kemarau. /un81

Komentar (0)

Belum ada komentar.