GUS KIKIN DIDAULAT PIMPIN PBNU MASA KHIDMAT 2026-2031

Terkini 31 Aug 2026 07:51 2 min read 63 views By UN81
GUS KIKIN DIDAULAT PIMPIN PBNU MASA KHIDMAT 2026-2031
Hasil Muktamar 35 ini diharapkan menjadi langkah islah dan penguatan soliditas Nahdlatul Ulama ke depan.

Jombang (arkamedia.online) – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, menghasilkan sejumlah keputusan penting terkait kepemimpinan PBNU masa khidmat 2026–2031.

Salah satu keputusan krusial adalah perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU. Dalam Sidang Pleno III yang berlangsung hingga dini hari Minggu (30/8/2026), mayoritas muktamirin menyetujui agar pemilihan Ketum tidak lagi menggunakan sistem one man one vote secara langsung, melainkan melalui Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Dari total 552 suara, sebanyak 401 memilih opsi AHWA, 150 memilih mekanisme lama, dan 1 suara tidak sah. Keputusan ini disahkan oleh pimpinan sidang Prof. KH Mohammad Nuh.

Sembilan ulama kemudian ditetapkan sebagai anggota AHWA berdasarkan hasil tabulasi usulan dari PWNU, PCNU, dan PCINU (total sekitar 4.703 suara). Mereka adalah:

KH Nurul Huda Djazuli (Ploso) – 485 suara

TGK KH Nuruzzahri Yahya (Waled Nu) – 477 suara

AG Dr. KH Baharuddin HS, MA – 392 suara

KH Miftachul Akhyar – 350 suara

KH Afifuddin Muhajir – 339 suara

KH Anwar Iskandar – 326 suara

KH Anwar Manshur (Lirboyo) – 303 suara

Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj – 273 suara

Dr. KH Abun Bunyamin, MA – 268 suara. 

Melalui musyawarah mufakat di Ndalem Kasepuhan (kediaman almarhum KH Wahab Hasbullah), sembilan anggota AHWA menetapkan KH Miftachul Akhyar kembali sebagai Rais Aam PBNU periode 2026–2031. Pengumuman dilakukan oleh KH Anwar Iskandar dalam Sidang Pleno V, Minggu malam sekitar pukul 23.20 WIB. Rais Aam terpilih diminta merangkul seluruh potensi dan kekuatan di dalam jam’iyah NU.

Proses penjaringan calon Ketua Umum dilanjutkan. Dari usulan muktamirin, lima nama yang memenuhi syarat dan mendapat dukungan terbanyak diajukan ke AHWA, yaitu:

KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) – 472 suara (tertinggi)

KH Zulfa Mustofa – 262 suara

KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) – 261 suara

KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) – 258 suara

KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin). 

Beberapa nama lain, termasuk yang masih menjabat posisi politik, dinyatakan tidak memenuhi syarat (antara lain terkait masa iddah/rangkap jabatan). Rais Aam terpilih telah menyetujui kelima calon tersebut. Saat ini (Senin, 31 Agustus 2026), sembilan anggota AHWA sedang bermusyawarah untuk menetapkan satu nama sebagai Ketua Umum PBNU 2026–2031.

Muktamar ke-35 NU yang berlangsung 27–31 Agustus 2026 ini juga membahas berbagai isu organisasi, keagamaan, dan kemasyarakatan, serta menegaskan larangan rangkap jabatan politik bagi Rais Aam dan Ketua Umum. Acara penutupan dijadwalkan hari ini.

Keputusan-keputusan di atas diharapkan menjadi langkah islah dan penguatan soliditas Nahdlatul Ulama ke depan. UN81


Komentar (0)

Belum ada komentar.