PRAY FOR PADANG!!! KOTA PADANG DITERJANG BENCANA BANJIR BANDANG
Padang, Sumatera Barat (arkamedia.online) – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Padang sejak pukul 12.20 WIB, Sabtu (10/10/2026), memicu luapan sejumlah aliran sungai dan banjir bandang di beberapa kawasan permukiman. Air bah yang datang tiba-tiba merendam rumah-rumah warga hingga ketinggian mencapai 1–1,5 meter di beberapa titik, memaksa sebagian penduduk naik ke loteng atau atap rumah untuk menyelamatkan diri.
Wilayah yang paling terdampak antara lain Kecamatan Kuranji (terutama kawasan Lapau Munggu dan Kampung Guo) serta Kecamatan Koto Tangah (Perumahan Lumin Park di Lubuk Minturun dan Kampung Apa). Banjir juga dilaporkan di sebagian wilayah Nanggalo. Di Lapau Munggu, luapan air diperparah oleh jebolnya tanggul sungai, sementara di Kampung Guo aliran deras dari Sungai Guo memutus jalan sepanjang sekitar 100 meter dan merusak sejumlah rumah serta tiang listrik.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan bahwa personel BPBD bersama tim gabungan langsung diterjunkan untuk mengevakuasi warga. “Sejauh ini informasi yang kami terima, luapan air terjadi di kawasan Kuranji dan Nanggalo. Fokus kami saat ini adalah evakuasi warga yang terjebak,” ujarnya.
Tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, Brimob, BPBD, PMI, Damkar, dan unsur terkait berhasil mengevakuasi puluhan hingga lebih dari 50 warga di dua titik di Kecamatan Koto Tangah. Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet dan tali-temali karena arus air yang deras dan berwarna coklat keruh. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa.
Menurut catatan sementara, banjir berdampak pada sekitar 120 rumah terendam, dengan ratusan jiwa terdampak (sekitar 500–672 orang menurut berbagai sumber). Beberapa rumah mengalami kerusakan sedang hingga berat. Akses jalan di sekitar PDAM Guo dan sejumlah ruas jalan lain sempat terputus, menyebabkan kemacetan di kawasan Bypass dan sekitar pemakaman umum Tunggul Hitam.
Banjir kali ini menjadi kejadian berulang di lokasi yang sama. Kawasan Lapau Munggu, Kuranji, tercatat sudah empat kali dilanda banjir bandang sejak November 2025. Perumahan Lumin Park juga pernah menjadi salah satu titik terdampak parah pada bencana serupa akhir 2025.
Pemerintah Kota Padang menetapkan status siaga banjir. Wali Kota Fadly Amran menyatakan fokus utama adalah pertolongan darurat dan evakuasi. Setelah air surut, pihaknya berencana berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat normalisasi sungai secara menyeluruh.
Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat prediksi hujan yang masih berlangsung. Tim gabungan terus melakukan pendataan kerusakan dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.#UN81
Komentar (0)
Belum ada komentar.